Bagi Jokowi, Terpilih Jadi Gubernur adalah "Kecelakaan"
Bagi Jokowi, Terpilih Jadi Gubernur adalah "Kecelakaan" | Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengatakan bahwa ia tidak berambisi menjadi pemimpin pemerintahan. Jika saat ini ia terpilih sebagai gubernur, ia menilai hal itu adalah sebuah "kecelakaan".
"Kecelakaan" pertama terjadi ketika ia terpilih sebagai Wali Kota Solo pada 2005. Setelah selama lima tahun memimpin kota tersebut, Jokowi mengaku sebenarnya tidak ingin lagi maju dalam pemilihan kepala daerah Solo pada 2010. Namun, dorongan dari masyarakat akhirnya meluluhkan hati Jokowi.
"Pilkada kedua saya sebenarnya enggak mau lagi, mau pulang ngurus pabrik. Tapi masyarakat tiap tiga bulan datang terus, datang terus, datang terus. Saya ikut, dipilih 91 persen," kata Jokowi saat menjadi pembicara dalam acara "Menuju Good Governance: Reformasi Birokrasi dan Peran Mahasiswa" di Universitas Paramadina, Jakarta, Rabu (19/2/2014).
Menurut Jokowi, pada 2012 ia diminta untuk maju sebagai calon gubernur DKI Jakarta. Ketika itu, ia tidak memiliki ambisi untuk menang. "Diminta ke Jakarta, awalnya cuma mau jadi penggembira. Tapi kecelakaan lagi (terpilih jadi gubernur), ya bismillah," ujarnya.
Dalam acara tersebut, Jokowi membahas segala kebijakan yang telah dikerjakannya selama memimpin Jakarta. Kebijakan itu meliputi penertiban pedagang kaki lima di Tanah Abang yang disertai pembenahan di Pasar Blok G, relokasi warga yang tinggal di bantaran kali yang disertai pembenahan rumah susun, revitalisasi, dan pembangunan waduk untuk mencegah banjir; program Kartu Jakarta Sehat dan Kartu Jakarta Pintar; serta lelang jabatan di dalam sistem birokrasi Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta. Jokowi didaulat menjadi pembicara pertama. Pembicara lain yang turut hadir adalah Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan, Wali Kota Bogor terpilih Bima Arya, dan staf ahli Kementrian Pekerjaan Umum Rusdianto.
Sumber: Kompas.com
![]() |
Alsadad Rudi
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (kiri), bersama dengan Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan (tengah) dan Wali Kota Bogor Terpilih Bima Arya (kanan), usai menghadiri acara
|
"Kecelakaan" pertama terjadi ketika ia terpilih sebagai Wali Kota Solo pada 2005. Setelah selama lima tahun memimpin kota tersebut, Jokowi mengaku sebenarnya tidak ingin lagi maju dalam pemilihan kepala daerah Solo pada 2010. Namun, dorongan dari masyarakat akhirnya meluluhkan hati Jokowi.
"Pilkada kedua saya sebenarnya enggak mau lagi, mau pulang ngurus pabrik. Tapi masyarakat tiap tiga bulan datang terus, datang terus, datang terus. Saya ikut, dipilih 91 persen," kata Jokowi saat menjadi pembicara dalam acara "Menuju Good Governance: Reformasi Birokrasi dan Peran Mahasiswa" di Universitas Paramadina, Jakarta, Rabu (19/2/2014).
Menurut Jokowi, pada 2012 ia diminta untuk maju sebagai calon gubernur DKI Jakarta. Ketika itu, ia tidak memiliki ambisi untuk menang. "Diminta ke Jakarta, awalnya cuma mau jadi penggembira. Tapi kecelakaan lagi (terpilih jadi gubernur), ya bismillah," ujarnya.
Dalam acara tersebut, Jokowi membahas segala kebijakan yang telah dikerjakannya selama memimpin Jakarta. Kebijakan itu meliputi penertiban pedagang kaki lima di Tanah Abang yang disertai pembenahan di Pasar Blok G, relokasi warga yang tinggal di bantaran kali yang disertai pembenahan rumah susun, revitalisasi, dan pembangunan waduk untuk mencegah banjir; program Kartu Jakarta Sehat dan Kartu Jakarta Pintar; serta lelang jabatan di dalam sistem birokrasi Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta. Jokowi didaulat menjadi pembicara pertama. Pembicara lain yang turut hadir adalah Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan, Wali Kota Bogor terpilih Bima Arya, dan staf ahli Kementrian Pekerjaan Umum Rusdianto.
Sumber: Kompas.com
You may also Like
Popular Posts
-
Padi (Foto: Johan Sompotan/okezone) Piyu menuturkan sampai saat ini Padi tidak bisa membubarkan diri karena masih terikat kontrak deng...
-
Norman Kamaru Misteri di Balik Keluarnya Norman Kamaru dari Brimob | Awal Desember tahun lalu, Norman Kamaru memutuskan untuk mundur d...
-
Tora Sudiro - Aktor yang Mengkoleksi Tato Disekujur Tubuhnya . Hai Ledies... Kali ini kita membicarakan seorang pria ganteng dan kocak tapi ...
-
Jadi Penyiar Radio Lagi, Desta Susah Bangun Pagi . Setelah empat tahun vakum, presenter Deddy Mahendra Desta kembali menggeluti profesi seb...
-
Profil Lengkap Joko Widodo - Ir. H. Joko Widodo, lahir di Surakarta, 21 Juni 1961 atau yang lebih akrab dipanggil Jokowi, adalah Gubernur ...
-
Foto: Wayne Rooney/Getty Images Seputar Sepakbola | EPL MANCHESTER - Wayne Rooney meminta kepada rekan-rekan setimnya untuk mewaspadai k...
-
Jokowi: Salaman dengan Rakyat Jangan Cuma Mau Pemilu | Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengatakan, seorang pemimpin tidak akan bisa merum...
-
Samuel dan Astrid (detikHot) Astrid Laena Putri adalah pendatang baru di belantika musik Indonesia. Dalam single pertamanya 'Untu...




Posting Komentar